Jumat, 20 April 2012

Orang Miskin Dilarang Sekolah

 
 
Novel ini menceritakan seorang anak kelas 3 SD bernama Faisal Ridowi dalam berjuang mengajak ketiga temannya yaitu Pepeng, Pambudi dan Yudi, untuk bersekolah dan mengajar menjadi guru cilik di sekolah gratis untuk belajar membaca bagi warga yang buta aksara. Tetapi perjuangannya tidak semudah yang mereka bayangkan.
Pada suatu siang yang cerah Faisal dan ketiga temannya sedang bermain untuk merebutkan laying-layang yang tersangkut dikabel listrik. Tetapi kemudian mereka diusir Koh A Kiong. Mereka pun lari tunggang langgang menjahui Koh A Kiong. Selain mereka benci pada Koh A Kiong mereka juga benci pada Mat Karmin, penjual mainan anak-anak di desa Genteng, yang menual layiag-layang dengan kualitas buruk. Faisal dan kawan-kawanpun ingin menantang Mat Karmin dan ingin mengalahkannya. Mereka mempunyai kendala pada bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat layang-layang. Faisal berinisiatif untuk membeli bahan-bahan tersebut dipaasar loak yang harganya lebih terjangkau. Faisal yang dapat tugas membeli bahan-bahan tersebut menemukan buku tentang bagaimana cara mmbuat layang-layang . dernganrasa takut Faisal melarikan buku tersebut demi untuk mengalahkan Mat Karmin.
Membuat layang-layang ternyata tidaklah mudah seperti bayangan mereka, Faisal membacakan buku tersebut untuk teman-temannya ternyata tidak paham untuk cara membuatnya. Mereka pun berinisiatif untuk pergi kegunung kerumah Ki Hajar Ladunni, si pembuat buku keterampilan layang-layang.  Digunung mereka bertemu dengan anak yang sangat dekil, dan anak tersebut ternyata tidak mengantar kerumah Ki Hajar Ladunni tetapi mereka mereka diajak ke sungai. Dengan kesal mereka memaksa anak tersebut untuk mengantar kerumah Ki Hajar Ladunni dan mereka kemudian bertemu lelaki brewokan dan tak terusrus yang tak lain adalah Ki Hajar Ladunni itu sendiri.
Disana mereka semua diajari cara membuat layang-layang yang berkualitas, dan keesokan harinya mereka semua pulang dan siap untuk menantang Mat Karmin. Betapa terkejutnya mereka setelah sampai dirumah Mat Karmin dan mendapati dia tidak ada dirumah. Betapa kecewanya mereka setelah menemukannya dan mendengar penjelaasan yang tidak menjual layang-layang kualitas buruk dan musim untuk laying-layang telah usai.
Faisal walaupun masih duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar, teteapi mempunyai pemikiran yang melebihi umurnya. Dia bertekad untuk membujuk ketiga kawannya untuk besekolah agar mereka mengenyam pendidikan. Setelah dibujuk sekian lama dan berbagai hal, akhirnya mereka mau juga untuk sekolah. Teteapi, untuk sekolah, tidaklah segampang yang mereka pikirkan. Dari tidak mendapat restu orang tua, biaya sekolah yang besar melebihi penghasilan orang tua mereka, sampai kepada majikan orang tua yang tidak menyukai mereka sekolah karena itu akan membuat mereka pintar dan akan tahu kebusukan-kebusukan yang selama ini dia terapkan di Kampung Gedong Sapi, tempat tinggal ketiga kawan Faisal. Walaupun begitu mereka tetap pergi sekolah untuk menuntut ilmu dan menghadapi semua rintangan yang menghalagi mereka.
Di kelas I, tempat Pepeng, Pambudi, dan Yudi menerima pelajaran, ada seorang gadis bernama Kania yang sudah merebut hati mereka. Mereka pun berlomba-lomba untuk merebutkan cinta Kania. Kania yang mengetahui hal tersebut, sangat marah karena mereka sekolah hanya untuk dirinya bukan demi pelajaran yang mereka terima. Akhirnya mereka tersadar bahwa tujuan mereka bersekolah adalah demi memperolah pendidikan dan menjadi pintar. Benih-benih cinta pun juga tumbuh di hati Kania. Rasa itu pun jatuh kepada Pambudi. Mereka pun berpacaran. Namun, cinta mereka adalah cinta monyet yang terjadi pada mereka dan tidak tahu arti cinta yang sebenarnya. 
Apa yang dilakukan Faisal tidak hanya sampai pada mengajak teman-temannya untuk bersekolah saja. . Pada suatu hari, di desa Genteng, tempat tinggal Faisal, ada sekolah gratis untuk memberantas buta aksara. Dengan penuh percaya diri, dia pun mendaftarkan dirinya, bukan sebagai murid tatapi sebagai guru. Petugas kecamatan yang memang sedang kekurangan guru, akhirnya mau menerimanya. Perjuangan Faisal demi mengajarkan murid-murid yang mayoritas adalah para orang tua, tidaklah semudah yang ia bayangkan. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, para murid pun bisa menerima kehadiran Faisal sebagai guru “tuan guru belum sunat” mereka, karena Faisal belum sunat.
Perlahan tapi pasti, kegiatan untuk memberantas buta aksara pun berjalan dengan lancar. Dari satu orang, akan menular keorang lain. Namun, ada beberapa hal positif dan negatif dari kegiatan tersebut. Diantaranya, Pak Cokro, Mat Karmin, dan Koh A Kiong. Ketiga oaring tersebut adalah murid-murid Faisal. Yang pertama adalah Pak Cokro. Pada awalnya, Pak Cokro tidak menyukai Faisal, tetapi sejak dia berguru kepada Faisal, dia pun segan. Pak Cokro juga menerapkan ilmunya kepada para warga yang datang kerumahnya karena pada awalnya semua watrga mengganggapnya sebagai dukun. Jadi, secara tidak langsung, Pak Cokro sudah membantu untuk membasmi buta aksara dengan menyuruh para pasiennya untuk membaca dulu baru berobat kepadanya, padahal Pak Cokro sendiri adalah dukun gadungan dan dia bertekad untuk tidak menipu lagi dan membantu agar mereka mau memebaca tanpa mereka sadari.
Yang kedua adalah Mat Karmin. Mat Karmin adalah cerninan dari seorang anak yang terperangkap dalam tubuh seorang lelaki dewasa. Selain itu, Mat Karmin adalah seorang bujang lapuk yabg mempunyai penyakit pedophilia. Itu adalah penyakit kelainan seksual dan dia melampiaskannya kepada anak-anak dengan cara menyodominya sewaktu mereka bermain ke rumah Mat Karmin. Para warga sangat marah karena mereka mengira perilaku Mat Karmin tersebut karena kegiatan belajar membaca huruf yang dia lakukan, padahal penyakit tersebut timbul dalam dirinya, bukan dari dunia luar dan tidak ada hubungnnya dengan kegiatan emembaca.
Yang ketiga adalah Koh A Kiong. Koh A Kiong yang awalnya sempat memarahi Faisal karena suka bermain layang-layang di dekat kabel PLN dan sering membuat mati listrik di rumah warga, akhirnya terkesan juga dengan perilaku Faisal yang walaupun masih kecil tetapi sudah berani untuk mengajar.  Namun, sejak kejadian yang menimpa Mat Karmin, dia juga merasa was-was terhadap dirinya sendiri apabila para warga juga akan mengusirnya dari desa tersebut.
Pondok baca milik Pak Cokro dikampung genteng yang didirikannya sejak ia memulai sekolah gratis kini menjelma menjadi rumah bersalin yang melahirkan bayi-bayi pengetahuan dari rahim otak mereka yang sebelumnya tak pernah terpakai. Bahkan kini pondok baca itu seugah mulai tumbuh besar, beberapa ruangan disekat untuk ruang kelas, ruang guru dan perpustakaan. Faisal sendiri setiap hari kamis dan minggu mengajar disana. 
Pada suatu waktu tiba-tiba para warga berdemo kedepan Rumah Yok Bek, majikan ayah-ayah Pepeng, Pambudi dan Yudi sebagai tukang perah sapi. Yok Bek yang mendengar hal itu langsung jatuh pingsan. Faisal yang mengetahui hal tersebut langsung berlari menenangkan para warga demi menyelamatkan rumah teman-temannya yang berada persis didepan rumah Yok Bek. Bukanya merasa kasihan tetapi Faisal malah dipukuli warga karena dia sok pintar. Semenjak ayah teman-teman Faisal digusur dan tidak bekerja lagi, kehidupan sekolah Pepeng, Pambudi, dan Yudi sungguh berubah drastis. Mereka harus bekerja ektra dua kali lipat demi menyambung hidup dan sekolah mereka. Namun, mereka tetap besekolah demi cita-cita mereka untuk pintar dan membahagiakan orang tua mereka. Dikelas satu, tempat Pepeng, Pamudi, dan Yudi menerima ilmu dari guru mereka Bu Mutia terdapat beberapa anak nakal yang suka mengusili mereka. Mereka adalah Rena, Karisma dan Anton. Tidak heran ketika ujian kenaikan kelas berlangsung Rena dan Karisma tidak naik kelas dikarenakan dia malsa belajar, sedangkan Rena tidak naik kelas karena ketahuan menyontek. Sedangkan Pepeng, Pambudi dan Yudi mereka naik kelas.
Penerimaan penghargaan berprestasi pun diselenggarakan di SD Kartini tempat Faisal dan kawan-kawan bersekolah. Hari begitu yang bersejarah bagi Faisal dan Kania mereka mendapatkan penghargaan atas prestasi mereka. kedua anak tersebut bukannya anak dari seorang yang kaya. Dan mereka berdua dipilih sebagai wakil dari sekolah untuk mengikuti Olimpiade Eksakta

 Identitas Novel Orang Miskin Dilarang Sekolah
Judul               : Orang Miskin Dilarang Sekolah
Pengarang       : Wiwid Prasetya 
Penerbit          : Diva Press
Tahun terbit     : 2011 (cetakan IX)

0 komentar:

Poskan Komentar