This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 26 April 2013

Cinta dan Penikahan


Manusia memang tidak bisa terlepas dari cinta. Cinta itu apa? tanyaku. Cinta itu kebun bunga yang ada di depanmu, terdapat banyak bunga. Lalu ambillah satu bunga yang kau anggap indah dan bisa membuatmu terpesona. Namun kau tak boleh berjalan mundur lagi setelah melewati bunga-bunga yang telah tidak kau pilih tadi. Itulah cinta. Setelah beberapa lama aku memilih satu persatu bunga itu, ternyata aku sudah sampai ujung dan tak mendapatkan bunga yang aku pilih.
Adakah yang salah denganku? Kesalahanku adalah saat memilih bunga aku selalu memikirkan bunga yang sempurna, meski aku sudah mendapatkan yang indah dan membuatku terpesona. Namun aku tetap saja mencari bunga yang sempurna tidak hanya indah dan bisa membuatku terpesona. Hingga akhirnya tibalah aku di ujung taman, dan tak mendapatkan satu bunga pun. Itulah kesalahanku.  
Begitulah cinta, saat kita memilih cinta terkadang kita sering mempertimbangkan kriteria yang kita inginkan. Meski sudah mendapatkan yang cocok dengan kriteria, namun seseorang berharap lagi ada cinta yang lebih sempurna lagi. Itulah cinta.     
Tidak puas dengan hasil pencarian cinta. Lalu aku bertanya lagi tentang pernikahan. Apakah pernikahan itu? tanyaku. Pernikahan itu ladang jagung yang luas, yang terdapat banyak pilihan jagung, ada yang besar ada juga kecil. Ambillah sebuah jagung yang buahnya besar. Jika kau menemukan jagung yang buahnya besar itulah pernikahan. Setelah lama berada di kebun jagung itu, akhirnya aku memutuskan untuk memilih jagung yang buahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Karena jagung itu biasa-biasa saja.    
Itulah pilihanku, karena aku tak mau lagi gagal. Tak mendapatkan apa-apa saat sudah sampai diujung. Daripada aku terus berjalan mencari jagung sesuai kriteria itu, dan sampai ujung tak mendapatkan apa-apa, lebih baik saya segera mengambil jagung yang seadanya saja.
Begitulah pernikahan, kita akan segera mengambil keputusan bila kita sudah mendapatkan kesempatan, dan kurasa tidak buruk-buruk amat. Memang mencari wanita di dunia ini yang wajahnya cantik, seksi, kaya, dan muslimah itu tidaklah sulit, tapi ingat yang sulit adalah maukah mereka menikah dengan kita?.
Pernikahan tak harus dimulai dengan cinta, karena bila diawali jatuh cinta, kita akan dituntut dengan berbagai persyaratan yang mengikat. Hubungan yang mengikat itu tidaklah mudah. Oleh sebab itu, pernikahan harus dilandasi rasa keinginan pasangan untuk membangun cinta. Sebab dengan membangun cinta kita akan mempersiapkan diri kita untuk menerima kehadiran pasangan kita apa adanya dan sepenuhnya.
Oleh: Eko Cahyono

Sumber bacaan: 
Bukan Pernikahan Cinderela karya Iwan Januar. 

Selasa, 23 April 2013

Tidur

tidur untuk malam ini
malam ini aku harus tidur
tidur untuk kesehatan
kesehatan ini perlu
perlu tidur aku malam ini

Rabu, 10 April 2013

Dua Insan

ketika ada 2 insan sedang dalam balutan asmara
tak peduli walau ada manusia di sekitarnya
semua tempat milik mereka
tak pedili itu tempat umum
oh...asmara
kau begitu menggila
lupa akan tempatmu
tempat yang mesti tak terbuka

kemanakah malumu?
hilang
sembunyi
atau bahkan kamu tak punya?

sungguh
membuatku heran.

11 April 2013

Jumat, 29 Maret 2013

Di Atas Kursi Surgaku


Oh indahnya hinggar-bingar negeri ini
Kursi berdiri tegap jadi rebutan
Begitu menggiurkan hasrat
Bagi siapa yang mendudukinya
Tersimpan begitu banyak berlian
Yang membuat mata menjadi kelabu
Terlena dalam gemerlap kenikmatan
Lupa dengan apa yang ada
Ohh…kursiku surga duniaku
Akankah kau buat keknikmatan segalanya bila duduk di atasmu
Tak peduli beribu kata terlontar menghujammu
Namun, kau begitu lihainya bersilat lidah
Bla sudah di atas kursi surga dunia itu
2/3/’13

Senin, 17 Desember 2012

Arasy

Dalam KBBI kata arasy berarti (1)takhta Tuhan; (2) surga yg tertinggi tempat takhta Tuhan. Sedangkan hakikatnya arasy Allah SWT, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Yang pasti arasy sudah ada diatas surga Firdaus sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosulullah SAW.

"Jika kalian memohon surga kepada Allah SWT, mohonlah surga Firdaus al-A'la. Sesungguhnya Firdaus itu adalah tengah-tengahnya surga dan surga yang tertinggi. Di atasnya ada arasy ar-Rahman." (HR.al-Bukhari).

Begitu juga dengan ayat-ayat al quran yang menjelaskan tentang arasy.

"(Dia) memiliki arasy yang mulia, memperbuat apa saja yang dikehendaki-Nya". (QS. al-Buruj:15-16)

"Ar-Rahman bersemayam di atas arasy". (QS. Thaha:5)


Selasa, 04 Desember 2012

Kemana Arah Cintamu

kemana arah janjimu
kemana arah cintamu
haruskah aku meminta
menyemai butiran-butiran cinta ini
yang dulu telah kau dustai
kau lukai
namun mengapa?
kekasihku
dulu kau sumpah setia
tapi kini kau dustai cinta
cinta yang pernah bersemi
didalam hati
dulu kau cinta secinta-cintanya
namun kini tak kau sisakan segenggam pun cinta itu
yang kau sisakan hanya bencimu

Minggu, 02 Desember 2012

Analisis Puisi Jalan Ke Pantai Karya Abdul Hadi W.M Kajian Semiotik


Analisis Puisi “Jalan ke Pantai” Karya Abdul Hadi W.M Dalam Buku Pembawa Matahari.
 Jalan ke Pantai
Jalan ke pantai dari rumahku
kecil berkerikil, namun terasa lebar
jika kujejekkan kaki menghidupkan nafas pasir
duri-duri semak selalu berkisah-
sumur-sumur tak pernah kering
di tengah ketandusan. Luka
tak terasa sebagai luka bila tercium
harum darah kembang-kembang kaktus liar
dan usia membuang usianya
akar-akar kebebasan bangkit kembali
dan tunasnya menghijau menyingkap cakrawala
apa yang mesti kucemaskan?
Telah banyak hari-hari kulalui
Telah banyak hari-hari melaluiku
Melalui semak-semak, duri-duri
Melalui jalan ke pantai dari rumahku
membawa langit membentang laut
menuntun apak kepada ibunya
kelopak-kelopak mawar kepada sari-sari bunga

Analisis Dari Segi Semiotik
Dalam semiotik ada hubungan yang disebut struktur triadic (struktur tigaan/triadik). Adapun 3 jenis hubungan yang paling penting adalah hubungan pelaksanaan yaitu icons, indeks, dan symbol. Dalam puisi “jalan ke pantai” ini analisis hubungan pelaksana adalah sebagai berikut :
1.      Icons :
Icons adalah hubungan kemiripan.adapun icons dalam puisi ini adalah Ggambar-gambar pantai, rumah, dan semak-semak belukar.
2.      Indeks
Indeks adalah hubungan kedekatan eksistensi. Adapun indeks dalam puisi ini adalah suara nafas pasir dan suara deburan ombak.
3.      Symbol :
Symbol adalah hubungan yang terbentuk secara konvensional. Adapun symbol dalam puisi ini adalah ucapan akar-akar kebebasan bangkit kembali.
Puisi “Jalan ke Pantai” ini menggunakan gaya bahasa personifikasi dimana ada bait yang berbunyi :
“ duri-duri semak selalu berkisah-“
Dari semiotiknya ini menandakan bahwa penyair ingin menyampaikan gagasannya tentang persasaannya yang bergejolak.
“akar-akar kebebasan bangkit kembali”
Disini perasaanya bangkit kembali dan bisa diungkapkan dengan perasaan yang penuh perjuangan.  
“dan tunasnya menghijau menyingkap cakrawala”
Disini makna semiotiknya bahwa perasaan penyair ingin mengungkapkan sebuah gagasannya seperti sebuah tunas yang ingin menyingkap cakrawala. Penyair ingin memberikan pendapat bahwa pengorbanannya sangat besar dalam kehidupan ini.
Analisis semiotik dari bentuknya yang memanjang tanpa ada baitnya menjadikan interprestasi puisi ini sangat luas cakupannya. Dari klimat pertama hingga akhir hanya dipisahkan oleh tanda titik (.). disini ujaran dari penutur ingin menceritakan gagasannya.
Dalam puisi “Jalan ke Pantai” juga terdapat isotopi-isotopi. Isotopi adalah wilayah makna yang terbuka yang terdapat didalam sepanjang wacana. Isotopi ini merupakan satu bagian dalam pemahaman yang memungkinkan pesan apapun untuk dipahami sebagai suatu perlambangan yang utuh. Oleh karena itu, didalam isotopi makna itu mencakup keutuhannya. Adapun isotopi yang ada pada puisi “jalan ke pantai” antara lain :
1.      Isotopi alam : jalan, pantai, berkerikil, kecil, pasir, daun-daun, semak, sumur-sumur, kering, ketandusan, harum, kembang-kembang, kaktus, liar, akar-akar, kebebasan, tunasnya, menghijau, cakrawala, hari-hari, semak-semak, duri-duri, kelopak-kelopak, mawar, sari-sari, bunga, langit, dan laut.
2.      Isotopi manusia : rumahku, menghidupkan, nafas, berkisah, kering, luka, terasa, tercium, harum, darah, usia, membuang, usianya, kebebasan, bangkit, kembali, menyingkap, kucemaskan, kulalui, hari-hari, melaluiku, membawa, membentang, menuntun, apak, dan ibunya.
3.      Isotopi perasaan : terasa, lebar, kujejakkan, menghidupkan, berkisah, ketandusan, tercium, harum, kebebasan, bangkit, menyingkap, kucemaskan, kulalui, melaluiku, membawa, membentang, dan menuntun.
4.      Isotopi perbuatan : jalan, kujejakkan, menghidupkan, berkisah, ketandusan, terasa, tercium, membuang, kebebasan, bangkit, menghijau, menyingkap, kucemaskan, kulalui, hari-hari, melaluiku, melalui, membawa, membentang, dan menuntun.
5.      Isotopi waktu : hari-hari, usia, dan kembali.
6.      Isotopi tempat : jalan, pantai, rumahku, sumur-sumur, tengah, semak-semak, laut, mawar.
7.      Isotopi penghubung : ke, dari, namun, jika, selalu, tak, pernah, di, sebagai, bila, dan, apa, yang, telah, banyak, dan kepada.
Masing-masing ke-7 isotopi tersebut sangat mendukung kehadiran motif. Motif adalah unsure yang terus menerus di ulang. Kehadiran dari motif ini mendukung tema. Motif-motif yang mendukung tema adalah motif yang sering muncul atau menonjol.
            Motif perbuatan menunjukkan bahwa motif pertama puisi ini adalah aktivitas manusia yang terutama berkaitan dengan gerak. Dimana perlu pengorbanan dan perjuangan untuk menuju ke pantai itu. Dengan berbagai hambatan dan rintangan yang menghadang.
Kehadiran isotopi alam akar, tunas, kembang-kembang, kaktus, menunjukkan kepada kita bahwa semua itu adalah metafor, kiasan, dari kehidupan manusia.
Puisi ini diakhiri dengan kalimat “ kelopak-kelopak mawar kepada sari-sari bunga ” itu merupakan sebuah kesetiaan dalam menghadapi permasalahan. Meski jalan kehidupan yang begitu banyak rintangan tapi tetap saja kita harus selalu berusaha.